Perusak Hati (Bagian 1)

Niswah.net
0


perusak hati-Niswah


Niswah.net - Hati adalah bagian tubuh terpenting bagi manusia. Baik buruknya tubuh manusia itu sangat bergantung pada baik buruknya hati. Hendaklah kita senantiasa menjaga bersihnya hati dari hal-hal yang dapat merusaknya. Lalu, hal-hal apa saja yang dapat merusak hati manusia? Yuk kita simak.


Menurut Imam Ibnul Qoyyim, perusak hati ada 5, yakni:


1. Berlebihan dalam Bergaul

Berlebihan dalam bergaul adalah interaksi sosial yang melampaui batas kewajaran dan kebutuhan. Selain itu, berpotensi menimbulkan kerugian di dunia dan akhirat, seperti dosa, stres, konflik, serta terjerumus dalam kemaksiatan. Ajaran Islam menekankan pergaulan sewajarnya, fokus pada kualitas hubungan yang baik, dan menjauhi interaksi yang dapat menjerumuskan ke dalam perbuatan buruk atau sesat. 


Ketika bergaul dengan masyarakat, kita pun harus pintar dalam memilih pergaulan. Memilih bergaul dengan teman yang mengajak dalam kebaikan, mengingat Allah, datang ke majelis ilmu, menasihati dalam hal kebaikan dan mengingatkan jika berbuat maksiat. Kalau bisa memilih di lingkungan tersebut maka berbahagialah mendapatkan lingkungan yang positif.


Jika Anda terpaksa bergaul dengan teman yang berperilaku buruk maka bersabarlah atas gangguan mereka. Mengajak mereka untuk berbuat baik. Mengubah majelis menjadi tempat  taat kepada Allah jika mampu. Apabila tidak mampu, hendaklah menjauhi komunitas mereka sebagaimana mencabut sehelai rambut dari adonan roti.


2. Panjang Angan-angan

Panjang angan-angan (thulul amal) adalah terlalu banyak mengkhayalkan dunia, menunda-nunda kebaikan serta amal ibadah, dengan keyakinan palsu bahwa hidup akan panjang. Jika dia ingin kaya maka kekayaannya akan digunakan untuk keinginan syahwatnya. Kalau ingin kekuasaan, akan digunakan demi kepentingan pribadinya.


Sifat ini adalah akhlak tercela dalam Islam yang menyebabkan seseorang malas, lalai dari kewajiban, dan mengabaikan persiapan akhirat karena terbuai dunia. Seseorang yang panjang angan-angan, alih-alih melakukan kebaikan dan bertakwa, justru sibuk dengan keinginan duniawi semata.


Berbeda dengan seorang muslim, angannya adalah harapan. Jika seseorang yang hatinya bersih maka yang diinginkan meru hal-hal yang mengharapkan pahala. Sebagaimana cerita sahabat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam yang menginginkan kekayaan agar bisa menginfakkan hartanya di jalan Allah. Dia berharap dengan kekayaanya bisa membantu orang miskin yang membutuhkan.


Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali menjelaskan bahwa panjang angan adalah penghalang atas segala bentuk kebaikan dan ketaatan. Panjang angan juga mendatangkan keburukan dan godaan.


Imam Al-Ghazali dalam Kitab Minhajul Abidin menjelaskan, panjang angan (thulul amal) adalah penyakit ganas. Penyakit panjang angan ini akan menggiring manusia kepada berbagai kerusakan dan tempat dosa. Jika menjadi korban dari penyakit panjang angan, maka dosa kamu akan bertambah.


Manakala panjang angan, akan malas melakukan ibadah dan ketaatan, pada akhirnya akan meninggalkan ibadah. Nafsu akan berkata, "Aku akan melakukan ibadahnya nanti karena waktu di hadapanku masih panjang." Benar seperti yang dikatakan Daud Ath-Tha'i, "Bagi orang yang takut pada ancaman Allah maka jarak yang jauh akan menjadi dekat, dan siapa saja yang panjang angan maka menjadi buruklah amalnya."


Demikianlah hal-hal yang dapat merusak hati, untuk poin berikutnya dibahas di artikel.yang akan datang. Semoga dengan mengetahui ilmu ini, bisa menjadikan perhatian buat kita untuk menjaga hati untuk tetap bersih. Hati adalah perkara yang penting. 



Penulis: Cahaya Pena

Sumber: Buku Seni Mengobati Hati oleh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At-Tuwaijiri, Penerbit Pustaka Iltazam.


#penyakithati #perusakhati #nasehathati #artikeltentanghati #caraobatihatiyangsakit


Post a Comment

0 Comments

Post a Comment (0)
3/related/default