![]() |
ilustrasi |
Niswah.net - Ketika merasa malas shalat, sering sekali muncul pertanyaan, "Untuk apa shalat? Kenapa shalat diperintahkan oleh Allah? Apa manfaat shalat untuk kehidupan? Bagaimana jika meninggalkan shalat?" Pertanyaan yang sangat wajar dan harus dicari jawabannya.
Meskipun sering muncul pertanyaan, kita tetap tidak berani untuk meninggalkan shalat. Shalat adalah ibadah terpenting dan pertama kali dihisab oleh Allah. Jangan sampai melakukan shalat berpuluh tahun tetapi tidak mengetahui hakikatnya.
Sesungguhnya manusia itu diciptakan dalam keadaan "halu'an" gelisah, "jazu'an" sering mengeluh, dan "manuu'a" kikir, kecuali orang-orang yang melakukan shalat. Agar shalat dapat menghindarkan diri dari 3 sifat di atas, dilakukan secara istiqamah. Sebagaimana dalam Al-Qur'an diseebutkan.
" ٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَاتِهِمۡ دَآئِمُونَ"
Artinya, "Mereka yang tetap setia melaksanakan salatnya". (Al-Ma'arij: 23)
Shalat yang didirikan secara kontans, terus menerus, tidak absen, teratur, istiqamah dan lengkap. "Hanyut" di dalamnya, dunia seakan berhenti dan segala urusan ditinggalkan. Shalat seakan berdialog dengan Allah.
Shalat itu bisa mengontrol diri dari kerakusan dan rasa takut. Bisa terjaga dari sifat tersebut karena shalat memiliki dasar agar membentuk jiwa yang kuat. Apa saja itu?
- Shalat membentuk kontrol diri dalam mengatur jadwal sepanjang hari.
- Shalat merupakan posisi berdiri di hadapan Allah Ta'alla ketika di dunia, sebelum berhadapan di hari kiamat nanti.
- Shalat mengontrol gerakan tubuh di setiap rakaatnya.
- Shalat menumbuhkan rasa syukur dan memuji Allah untuk menghilangkan kesombongan.
- Shalat menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial, menjadi lebih peduli dengan orang lain ketika melakukan shalat jamaah.
Apa saja manfaat shalat?
- Lembaga ilahi yang terjadwal
- Olahraga teratur bagi otot dan jiwa
- Mencegah lemahnya jiwa
- Menguatkan dan menenangkan jiwa.
Perumpamaan shalat lima waktu seperti sebuah sungai yang tawar airnya dan meluap-luap. Seseorang mandi di sungai tersebut sebanyak 5 kali (HR. Muslim).
Jika seseorang mandi 5 kali dalam sehari, tentunya bersih sekali. Demikian juga wudhu dan shalat, dengannya Allah menggugurkan dosa-dosa yang dilakukan.
Shalat tidak sekadar menjadi kewajiban, tetapi kita membutuhkannya. Jika Allah menjadikan kita bersih dengan shalat, kenapa tidak melakukan? Ketika malas mengerjakan maka harus berpikir manfaatnya shalat, maka akan bersungguh-sungguh.
Dengan mengetahui dasar, manfaat dan cara shalat, semoga bisa menyadarkan bahwa kita yang butuh. Dengan shalat, hari menjadi tenang, nyaman, tentram dan masih banyak manfaat lainya. Allahu A'lam.
By Cahaya Pena
Sumber: Kajian online Shalat Aku Membutuhkanmu oleh Ustadzah Firdasari.

