Tiga Macam Pertemanan

Niswah.net
0
tiga macam pertemanan-niswah.net

Niswah.net - Manusia sebagai makhluk sosial perlu melakukan pergaulan dan pertemanan. Kebutuhan manusia dalam pergaulan mencakup rasa dicintai, diterima, keamanan, apresiasi, interaksi sosial, serta saling memiliki dalam sebuah kelompok. Memenuhi kebutuhan ini penting untuk kesehatan mental dan menciptakan hubungan yang sehat dan kuat. 


Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan memerlukan orang lain. Dalam pergaulan tentu akan mendapatkan berbagai bentuk komunitas manusia. Ada komunitas yang di dalamnya terdapat pertemanan yang baik. Ada juga komunitas yang di dalamnya terdapat pergaulan buruk dan merusak. Maka dari itu, kita sebagai orang muslim harus pintar dalam memilih pertemanan. 


Menurut Imam Abu Hamid al-Ghazali rahimahullahu dalam Bidayatul Hidayah menjelaskan bahwa teman itu ada 3 kategori: 


والناس ثلاثة: أحدهم مثله مثل الغذاء لا يستغنى عنه، والآخر مثله مثل الدواء يحتاج إليه في وقت دون وقت، والثالث مثله مثل الداء لا يحتاج إليه قط

Ada 3 kategori pertemanan manusia: 

1. Pertemanan manusia umpama asupan gizi yang sangat dibutuhkan

2. Pertemanan manusia umpama obat yang dibutuhkan ketika sakit

3. Pertemanan manusia umpama racun atau penyakit yang tidak dibutuhkan tubuh sama sekali


Pertama

Pertemanan pertama umpama asupan gizi di dalam tubuh. Ini adalah pertemanan yang selalu dibutuhkan sebagaimana makanan bergizi yang selalu dibutuhkan oleh tubuh manusia. Jika tubuh kurang dalam memakan makanan bergizi maka akan tergannggu. Tubuh akan merasakan lemah, kurang bergairah bahkan akan jatuh sakit jika makanan bergizi ini tidak terpenuhi. 


Sebagaimana tubuh, jiwa atau ruh butuh makanan bergizi. Lalu bagaimana cara mendapatkanya?


Cara mendapatkanya yaitu dengan berteman dengan para ahli illmu, asatidz yang memiliki kualitas ilmu mumpuni. Berteman dengan wanita sholihah yang selalu mengajak dalam kebaikan, amar ma'ruf nahi munkar. Apabila terjerumus dalam dosa maka teman yang mengingatkan. 


Berteman dengan golongan pertama ini akan membawa kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Mereka akan mengajak untuk melakukan amalan sholih dan yang bermanfaat. Mengingatkan untuk tidak melakukan hal-hal yang haram. Selalu memotivasi untuk beribadah dan melakukan sagala kebajikan. Teman inilah yang wajib kita jaga karena mereka membawa kebahagiaan yang abadi. 


Kedua


Pertemanan kedua umpama obat yang dibutuhkan ketika sakit. Pertemanan ini dibutuhkan hanya sewajarnya saja, tidak berlebih-lebihan. Ada batas-batas yang perlu dijaga jika berteman di posisi ini. Lalu siapakah mereka yang termasuk pada kategori kedua ini?


Mereka adalah teman yang dibutuhkan dalam memenuhi keperluan hidup dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Teman di sekolah/kampus, rekan kerja, kerabat dan tetangga. Contohnya, ketika di perkuliahan tentu membutuhkan teman dalam kerja kelompok untuk berdiskusi, agar terpecah permasalahan dalam tugas yang diberikan.


Ketiga


Pertemanan ketiga umpama racun atau penyakit yang tidak dibutuhkan tubuh, bahkan dapat merusaknya. Pertemanan ini sangat berbahaya karena akan mengakibatkan ruh atau jiwa sakit, bahkan menjadi rusak karenanya. Jika tidak terdiagnosa, akan mengakibatkan kematian. Na'udzu billah. 


Ruh dan jiwa akan sulit mengenal kebaikan dan keburukan. Kerugiannya bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Na'udzu billah min dzalik.


Siapakah mereka?


Mereka adalah orang-orang yang mengajak melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat, banyak kebatilan, berakhlak buruk, suka membicarakan keburukan orang lain (ghibah), iri dengki, suka mengadu domba, dan mengumbar permusuhan. Teman seperti ini membawa kita tergelincir di jalan Allah. Orang yang menyeru untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah, gemar melakukan perbuatan dosa dan maksiat, tidak takut untuk melakukan dosa besar, menggoda untuk lalai menjalankan segala perintah Allah hingga menjerumuskan dalam perbuatan buruk dan tercela. 


Teman seperti inilah yang harus dijauhi agar tidak terkena racun yang akan membawa kebinasaan pada diri. Kebinasaan bukan hanya di dunia, tetapi kebinasaan akhirat pun akan dirasakan. Ketika itu terjadi maka seseorang akan merasakan penyesalan yang tidak ada habisnya. 


Terkadang, terpaksa berada di dekat orang-orang yang buruk. Mereka yang tidak memiliki kebaikan sama sekali dalam kehidupan. Kebersamaan dengan mereka semata-mata untuk menghindari kejahatannya. Kita bisa mengamati perilaku mereka agar bisa menjauhi perbuatan serupa. 


Orang yang beruntung adalah yang bisa mengambil pelajaran dari perilaku orang lain. Mukmin itu cermin bagi mukmin yang lain. Nabi Isa ‘alaihissalam pernah ditanya, “Siapa yang mendidikmu?" Beliau menjawab, “Aku tidak dididik siapapun, tetapi setiap melihat orang bodoh, aku segera menjauhi perbuatan bodohnya.”


Itulah 3 kategori pertemanan. Dari artikel ini, semoga bisa dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga selektif dalam memilih teman. Pertemanan seseorang itu sangat berpengaruh pada karakter seseorang maka bijaklah dalam memilihnya. Allahu A'lam.



Penulis: cahaya pena

Muraqi al-Ubudiyyah Syarah Bidayatil Hidayah, Syaikh Nawawi al-Jawi al-Bantani, Maktabah as-Salam, 164.



#pertemanandalamislam #sahabatdalamislam
  • Newer

    Tiga Macam Pertemanan

Post a Comment

0 Comments

Post a Comment (0)
3/related/default